«

»

Feb 25

HAM dan Isu Global

Globalisasi telah merubah peta politik Internasional dan nasional. Dunia semakin tidak berbatas (border-less). Hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain semakin kompleks. Negara tidak dapat menafikan petingnya menjalin hubungan atau kerjasama dengan negara lain. Artinya ketergantungan antara negara satu dengan negara lain semakin tinggi. Begitu juga hubungan antara invidu yang satu dengan invidu lainnya baik dalam kawasan yang sama, maupun lintas negara juga semakin kompleks dan tanpa batas. Kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi telah mendorong lahirnya hubungan yang langsung dan tanpa batas. Sehingga terlahirlah yang disebut dengan political globalization, economical globalization, cultural and social globalization. Dinamika ini tentunya memiliki dampak negatif dan positif. Dampak positifnya adalah adanya simbiosis mutualisme atau hubungan yang saling menguntungkan sehingga diantara negara saling dapat memenuhi kebutuhan domestiknya dengan bantuan negara lain baik dibidang ekonomi, sosial maupun budaya. Dengan semakin dekatnya hubungan antar negara tersebut juga menanamkan rasa simpati dan empati yang tinggi sehingga negara secara cepat bersedia mengulurkan tangan dan bantuan untuk membantu negara lain yang sedang terkena musibah seperti bencana alam, perang dll. Di bidang politik, negara juga turut mendesak negara lain untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain atau untuk mengakhiri pertikaian senjata yang merugikan warga sipil. Namun di sisi lain ada juga dampak negatif dari globalisasi yang tak bisa terhindari, misalnya kapitalisme dan perdagangan bebas juga berimplikasi pada munculnya berbagai permasalahan baru lintas negara seperti human trafficking, slavery model baru dll. Peredaran obat-obatan terlarang lintas negara semakin tidak terbendung karena pintu imigrasi penduduk semakin dipermudah dan dibuka seluas-luasnya. Kejahatan model baru yang bersifat trans national crime (kejahatan lintas negara) juga semakin meningkat. Kebutuhan akan lingkungan yang sehat tidak lagi sekedar urusan domestik suatu negara namun menjadi bagian dari kepentingan negara lain. Kerusakan lingkungan hutan yang terjadi pada satu negara akan berimbas juga pada global warming yang berefek negatif bagi negara lain.

Oleh karena itu, globalisasi dengan segala dampak positif dan negatifnya, menuntut negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional untuk senantiasa mendorong pencapaian dampak positif dan globalisasi dan mengantisipasi dampak negatif dari globalisasi. Globalisasi juga meningkatkan kesadaran dan kecerdasan warga negara akan hak-haknya baik dibidang ekonomi, sosial dan budaya maupun hak sipil dan politik. Oleh karena itu, negara yang mendapatkan kekuasaan bersumber dari kekuasaan rakyat sudah seharusnya memenuhi kewajibannya untuk melindungi, dan menjamin terwujudnya hak-hak warga negara. Di sisi lain, warga negara juga memiliki tanggungjawab untuk menjadi world class citizen yang dengan daya nalar, dan kemampuannya mampu mewujudkan masyarakat kelas dunia yang adil dan beradab.